Jajaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Pasuruan melaksanakan kunjungan koordinasi ke Perpustakaan Universitas Yudharta Pasuruan pada hari selasa, 08 September 2026. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam kegiatan riset, dokumentasi ilmiah, serta pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) khas Kabupaten Pasuruan.
Langkah kolaboratif ini diambil untuk menjawab salah satu tantangan utama pelestarian budaya daerah, yaitu terbatasnya naskah akademik dan literatur tercetak yang menjadi dasar pengajuan. Meski Kabupaten Pasuruan termasuk daerah paling produktif di Jawa Timur dalam mengusulkan WBTb dengan capaian 5 hingga 7 karya budaya yang diajukan ke kementerian kelengkapan data dukung berbasis riset ilmiah tetap menjadi syarat mutlak yang harus diperkuat.
Sejumlah potensi budaya lokal menjadi fokus utama pembahasan, antara lain:
- Kesenian Terbang Laro asal Desa Cendono, Kecamatan Purwosari
- Tradisi Manteng Sapi dari Kecamatan Nguling
- Ritual Petik Laut
- Kekayaan tradisi masyarakat Tengger: Unan‑unan, Mulunen di Tosari, ritual Yadnya Karo, pemilihan pandita adat, serta atribut Udeng Kaweng Tengger
Selain warisan takbenda, diskusi juga menyoroti pentingnya penyelamatan cagar budaya fisik dan edukasi sejarah kepada masyarakat, seperti keberadaan Prasasti Cunggrang di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol yang replika edukasinya disimpan di kompleks Masjid Muhammad Cheng Ho, Kecamatan Pandaan serta berbagai temuan objek sejarah lainnya di lapangan.
Melalui kerja sama ini, Perpustakaan Universitas Yudharta Pasuruan diproyeksikan menjadi pusat repositori karya ilmiah dan rujukan literatur sejarah lokal bagi mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat luas. Ke depannya, mahasiswa juga akan dilibatkan secara aktif melalui program magang serta penulisan skripsi dan tesis berbasis kearifan lokal Pasuruan. Kolaborasi riset ini diharapkan dapat mempercepat penyusunan naskah kajian akademik sekaligus menyelamatkan sejarah lokal dari ancaman kepunahan.


Posting Komentar